Di bawah teriknya jalanan kota, seorang anak punk dengan tubuh penuh tato duduk diam di trotoar. Gaya hidup jalanan yang ia jalani terlihat jelas dari penampilannya: pakaian lusuh, rambut dicat mencolok, dan tatapan mata yang sulit ditebak. Namun di balik semua itu, tersimpan kisah hidup yang tidak banyak orang tahu—kisah tentang keluarga, penyesalan, dan arah … Continue reading Tato dan Penyesalan: KDM Dialog dengan Anak Punk Bertato: “Seni Boleh, Tapi Jangan Lupakan Kewajiban pada Orang Tua”
Copy and paste this URL into your WordPress site to embed
Copy and paste this code into your site to embed