Dedi Mulyadi dikenal bukan hanya karena karismanya, tetapi juga karena sejumlah programnya yang terbukti langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Selama menjabat sebagai Bupati Purwakarta dua periode, ia menciptakan berbagai kebijakan yang konsisten dengan karakter kepemimpinannya: sederhana, dekat dengan rakyat, dan fokus pada budaya serta kemanusiaan. Berikut adalah program-program yang paling berdampak dan sering menjadi contoh keberhasilan kepemimpinan lokal.
1. Program Bedah Rumah untuk Warga Tidak Mampu
Salah satu program yang paling banyak mengubah hidup masyarakat adalah program bedah rumah. Banyak warga tinggal di rumah yang tidak layak huni, dan Dedi turun langsung mengecek kondisi tersebut. Program ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga mengembalikan martabat warga dengan memastikan mereka memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Uniknya, prosesnya sering melibatkan gotong royong warga sekitar, sehingga keharmonisan sosial ikut terbentuk.
2. Modernisasi Pelayanan Publik dengan Sentuhan Budaya Sunda
Dedi memperkenalkan pelayanan publik berciri budaya lokal: pegawai mengenakan pakaian adat Sunda di hari tertentu, kantor pemerintahan dihias dengan ornamen tradisional, dan fasilitas publik diberi nama berbahasa Sunda. Ini bukan sekadar estetika — tetapi cara meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap identitas lokal.
3. Revitalisasi Alun-Alun dan Ruang Publik
Di masa kepemimpinannya, Purwakarta mengalami transformasi besar pada fasilitas umum. Alun-alun, taman kota, serta ruang publik lainnya dikembangkan menjadi tempat yang ramah keluarga, bersih, dan indah. Banyak warga akhirnya memiliki tempat berkumpul yang nyaman, mengurangi stres, serta memperkuat interaksi sosial.
4. Program Pendidikan Karakter Berbasis Budaya
Dedi meyakini bahwa karakter anak bangsa dapat dibentuk lewat budaya. Karena itu, ia memasukkan nilai-nilai kesundaan dalam pendidikan, seperti tata krama, pentingnya saling menghormati, dan kedisiplinan. Sekolah-sekolah juga didorong untuk mengajarkan kesenian lokal agar generasi muda tidak melupakan akar budaya mereka.
5. Pembinaan UMKM dan Pedagang Kecil
Dedi paham bahwa ekonomi rakyat kecil harus menjadi prioritas. Ia membuat kebijakan yang mempermudah pedagang kecil, memberikan pelatihan UMKM, hingga membantu memasarkan produk lokal. Bahkan di luar jabatannya, melalui media sosial, ia sering membantu pedagang dengan membeli dagangan mereka atau mempromosikannya.
6. Penanganan Masalah Sosial secara Langsung
Yang benar-benar membedakan Dedi dengan tokoh lain adalah kebiasaannya turun langsung. Tidak sedikit kasus warga yang dibantu karena Dedi datang sendiri setelah melihat laporan dari masyarakat. Mulai dari memediasi konflik keluarga, membantu warga yang ditipu, sampai mengurus anak-anak telantar. Ini membuat masyarakat merasa benar-benar diperhatikan, bukan sekadar dilayani.
7. Penguatan Identitas Purwakarta
Dedi mengubah wajah Purwakarta dengan sentuhan budaya Sunda. Banyak ikon-ikon baru bermunculan, seperti gapura bercorak tradisional, patung wayang, hingga sistem tata kota yang kental nuansa etnik. Ini bukan hanya memperindah kota, tetapi juga meningkatkan sektor pariwisata.

