Kang Dedi Mulyadi (KDM) dikenal sebagai figur publik yang jarang duduk nyaman di kantor. Sebaliknya, ia lebih sering terlihat berada di tengah masyarakat, mengunjungi desa-desa, berbincang dengan warga, dan mendengarkan keluh kesah mereka secara langsung. Rutinitasnya ini bukan sekadar pencitraan, tetapi menjadi gaya hidup yang mencerminkan kedekatannya dengan rakyat.
Menelusuri Jalan Kampung Tanpa Formalitas
Ketika banyak pejabat datang dengan rombongan besar dan protokoler, KDM justru hadir sendirian atau hanya ditemani satu-dua orang. Tanpa pemberitahuan, tanpa persiapan, ia masuk ke kampung-kampung kecil untuk melihat kondisi sebenarnya yang dialami masyarakat.
Bagi KDM, kunjungan mendadak jauh lebih jujur. Ia bisa melihat keadaan apa adanya, tanpa ada yang ditutupi demi “menyambut pejabat”.
Dialog Langsung yang Menghadirkan Solusi
KDM selalu membuka ruang untuk warga bercerita. Ia duduk di bale-bale bambu, di teras rumah warga, atau bahkan di pinggir jalan desa. Dari obrolan sederhana itu, ia mengetahui persoalan: akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga persoalan administrasi yang menghambat.
Karena langsung mendengar dari sumbernya, solusi yang diberikan KDM terasa tepat sasaran. Tidak heran banyak warga merasa terbantu hanya dalam satu kali kunjungan.
Membantu Tanpa Pandang Status
Salah satu hal yang membuat perjalanan desa KDM viral adalah sikapnya yang tidak pernah membeda-bedakan orang. Ia membantu pemulung, pedagang keliling, petani, buruh, bahkan anak-anak yang tidak punya biaya sekolah. Bagi KDM, setiap orang punya hak yang sama untuk dibantu—baik mereka dikenal publik maupun tidak.
Inilah yang membuat masyarakat merasa bahwa kehadiran KDM membawa harapan baru dalam hidup mereka.
Mengangkat Masalah yang Terlupakan
Desa sering kali menjadi wilayah yang terpinggirkan. Banyak persoalan yang tidak pernah terangkat ke permukaan karena minim fasilitas dan perhatian. KDM menjadikan tugasnya untuk mencari persoalan-persoalan yang bahkan tidak pernah dilaporkan:
Rumah tidak layak huni
Warga sakit tapi tidak punya biaya
Anak putus sekolah
Akses jalan rusak parah
Lingkungan yang tidak terurus
Ia tidak hanya mengangkat masalah tersebut ke publik, tetapi juga langsung mencari solusi terbaik bersama warga.
Menguatkan Ikatan Sosial
Di setiap desa yang ia kunjungi, KDM selalu mendorong masyarakat untuk saling membantu. Bagi KDM, gotong royong tidak boleh hilang. Karena itu, ia sering mengajak warga untuk bersama memperbaiki fasilitas umum atau membantu tetangga yang membutuhkan.
Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial yang mulai pudar di era modern.
Kesimpulan
Perjalanan KDM menyusuri desa bukan sekadar kegiatan blusukan, tetapi perjalanan hati yang menegaskan komitmen seorang pemimpin terhadap rakyatnya. Dengan mendengar langsung dan hadir secara nyata, KDM membuktikan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kedekatan, kepedulian, dan ketulusan.

