spot_img
Wednesday, February 4, 2026
More
    spot_img
    HomeUncategorizedPeran Dedi Mulyadi dalam Melestarikan Lingkungan Hidup di Jawa Barat

    Peran Dedi Mulyadi dalam Melestarikan Lingkungan Hidup di Jawa Barat

    -

    Dedi Mulyadi dikenal sebagai tokoh yang sangat peduli lingkungan. Kepedulian ini bukan hanya slogan, tetapi dibuktikan lewat berbagai program, kebijakan, dan tindakan langsung saat ia memimpin daerah maupun setelahnya. Banyak orang menilai bahwa gaya kepemimpinan Dedi adalah perpaduan antara kecintaan pada alam, budaya Sunda, dan pendekatan humanis terhadap masyarakat.

     

    1. Filosofi Lingkungan: Alam Sebagai Guru

     

    Bagi Dedi, alam bukan sekadar benda mati. Alam adalah guru, tempat manusia belajar kesederhanaan, keseimbangan, dan kehidupan. Filosofi ini ia bawa dalam setiap kebijakan—seperti menjaga mata air, melindungi pohon besar, dan menata ruang kota tanpa merusak karakter alamnya.

     

    Filosofinya sederhana: manusia harus hidup berdampingan dengan alam, bukan memaksanya tunduk.

     

    2. Program Penanaman Pohon yang Masif

     

    Saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, ia membuat program penanaman pohon besar-besaran. Ia tidak hanya meminta warga menanam pohon, tetapi memberi contoh dengan menanam sendiri hampir setiap kali ia turun ke lapangan.

     

    Ia juga menekankan tanaman lokal dan pohon besar yang memberi manfaat jangka panjang, bukan sekadar program seremonial.

     

    3. Menghidupkan Kembali Mata Air

     

    Salah satu kontribusi besar Dedi adalah menjaga dan memulihkan mata air di berbagai wilayah Purwakarta. Ia menganggap mata air sebagai “napas terakhir” desa. Banyak titik mata air yang sebelumnya hampir mati, kini kembali hidup karena penataan ulang hulu sungai, pembersihan area hutan kecil, dan larangan merusak sumber air.

     

    Program ini diakui sebagai salah satu langkah penting dalam menjaga ekosistem desa.

     

    4. Kebijakan Pengelolaan Sampah yang Edukatif

     

    Dedi sering turun langsung ke tempat-tempat yang memiliki masalah sampah. Ia tidak hanya memberi instruksi, tapi ikut masuk ke rumah warga, pasar, hingga selokan. Ia menunjukkan kepada warga dampak dari sampah yang dibuang sembarangan.

     

    Pendekatannya membuat warga:

     

    tidak merasa disalahkan,

     

    tetapi justru memahami,

     

    lalu ikut bergerak.

     

     

    5. Menjadikan Ruang Publik Sebagai Ruang Edukasi Alam

     

    Taman-taman kota di Purwakarta ia tata dengan konsep budaya dan alam. Misalnya:

     

    Taman Sri Baduga,

     

    Bale Panyawangan,

     

    kawasan Waduk Jatiluhur,

     

    area pedestrian berornamen budaya.

     

     

    Semua menggabungkan unsur alam, seni, dan pendidikan budaya. Anak muda bisa berkumpul, beraktivitas, dan sekaligus belajar tentang lingkungan.

     

    6. Memberi Teladan Lewat Konten Sosial

     

    Setelah tidak menjabat, Dedi tetap konsisten mengedukasi publik tentang pentingnya peduli alam. Ia sering mengangkat tema:

     

    hutan yang rusak,

     

    sungai kotor,

     

    desa yang kehilangan mata air,

     

    hewan liar yang tergusur.

     

     

    Konten-konten ini membuat generasi muda lebih sadar akan kondisi alam dan belajar bahwa menjaga lingkungan dimulai dari hal kecil.

     

    7. Menghubungkan Lingkungan dan Kearifan Lokal

     

    Bagi Dedi, menjaga alam bukan hanya soal kebijakan modern. Ia memadukan:

     

    cerita leluhur,

     

    pepatah Sunda,

     

    tradisi lokal,

     

    dan nilai budaya.

     

     

    Pendekatan ini membuat masyarakat lebih mudah menerima pesan lingkungan karena disampaikan dengan bahasa budaya mereka sendiri.

     

    Related articles

    Stay Connected

    0FansLike
    0FollowersFollow
    0FollowersFollow
    0SubscribersSubscribe
    spot_img

    Latest posts