Kedekatan seorang tokoh publik dengan masyarakat tidak bisa dibangun hanya dengan kata-kata atau pencitraan. Kedekatan itu lahir dari ketulusan, kehadiran, serta tindakan yang konsisten. Inilah yang membuat Kang Dedi Mulyadi menjadi sosok yang begitu dicintai oleh warga Jawa Barat: karena ia hadir bukan sebagai pejabat, tapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya.
Sejak awal kariernya, Kang Dedi selalu menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap kebijakannya. Ia tidak memandang jabatan sebagai sekat. Ia turun langsung ke jalan-jalan kecil, kampung-kampung terpencil, hingga rumah warga yang sederhana. Ia mendengarkan cerita mereka, mendengar keluh kesah, dan memberikan bantuan tanpa membuat orang merasa kecil atau malu.
Salah satu hal yang membuat Kang Dedi begitu melekat di hati masyarakat adalah caranya memanusiakan manusia. Ia tidak membeda-bedakan siapa yang ia temui. Entah itu pedagang kecil, petani, anak-anak, orang tua, atau mereka yang sedang kesulitan ekonomi. Semua diperlakukan dengan hormat, semua diajak bicara dengan bahasa yang sama: bahasa hati.
Kang Dedi juga terkenal dengan gaya komunikasinya yang sederhana dan mudah dipahami. Ia tidak menggunakan istilah rumit atau berbicara seperti sedang berpidato. Ia berbicara seperti sahabat, seperti keluarga, seperti orang yang benar-benar peduli. Inilah yang membuat banyak orang merasa nyaman, seakan-akan mereka sedang curhat kepada orang yang bisa dipercaya.
Tidak hanya itu, kedekatan Kang Dedi dengan masyarakat juga terlihat dari ketepatan tindakannya. Ketika ada warga yang membutuhkan, ia tidak menunda atau berjanji tanpa kepastian. Ia datang, melihat langsung, lalu mencari solusi. Respons cepat seperti ini membuat masyarakat merasa dihargai dan diprioritaskan.
Dalam setiap interaksi, Kang Dedi selalu membawa nilai budaya Sunda yang kental—ramah, lembut, tapi tegas ketika diperlukan. Ia menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan besar, tapi juga soal perhatian kecil yang menyentuh hidup orang banyak.
Di tengah dunia yang penuh formalitas dan batas, Kang Dedi hadir sebagai figur yang dekat, hangat, dan penuh empati. Sosok yang cukup langka di zaman ini. Dan mungkin itulah alasan paling kuat mengapa banyak warga Jawa Barat merasa memiliki hubungan emosional dengan beliau.

