
Di sebuah warung sederhana, suasana makan bersama terlihat biasa saja. Namun ada pemandangan yang mengusik: seorang anak muda sibuk menunduk menatap layar ponsel, sementara orang tuanya duduk di depannya tanpa diajak bicara. Melihat hal itu, Dedi Mulyadi menegur dengan kalimat yang sederhana namun dalam: “Hargai orang di depanmu, bukan di layarmu.”
Momen ini kemudian sering dikaitkan dengan pesan KDM Edukasi Adab Makan, yang menekankan pentingnya etika dan penghormatan dalam interaksi keluarga.
Fenomena Kehilangan Tatap Muka
Di era digital, komunikasi menjadi sangat mudah. Namun ironisnya, kedekatan emosional justru bisa berkurang.
Saat makan bersama:
-
Tidak ada kontak mata
-
Percakapan terputus
-
Orang tua merasa diabaikan
Padahal momen makan bersama adalah ruang membangun hubungan keluarga.
Mengapa Tatap Muka Lebih Penting?
Menjawab pertanyaan: Mengapa KDM sangat mementingkan etika komunikasi tatap muka dibandingkan interaksi di dunia maya?
Ada beberapa alasan mendasar.
1. Komunikasi Tatap Muka Membangun Empati
Saat berbicara langsung, kita melihat ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh. Itu semua membangun empati.
Interaksi di dunia maya sering kehilangan unsur emosional tersebut, sehingga hubungan menjadi lebih dangkal.
2. Orang Tua Adalah Prioritas Kehormatan
Dalam budaya Timur, termasuk Sunda, adab kepada orang tua memiliki posisi tinggi. Duduk bersama tanpa memperhatikan mereka dianggap kurang sopan.
Makan bersama bukan hanya soal mengisi perut, tetapi menghormati kebersamaan.
3. Dunia Maya Bisa Menunggu
Pesan di media sosial bisa dibalas nanti. Notifikasi tidak lebih penting daripada percakapan langsung dengan keluarga.
Prioritas waktu mencerminkan prioritas nilai dalam hidup seseorang.
4. Membentuk Karakter dan Kesopanan
Etika sederhana seperti tidak bermain HP saat makan melatih:
-
Fokus
-
Pengendalian diri
-
Rasa hormat
Hal kecil ini membentuk karakter disiplin dan beradab.
5. Kualitas Hubungan Lebih Penting dari Kuantitas Interaksi
Seseorang bisa memiliki ribuan teman di media sosial, tetapi tetap merasa kesepian. Sebaliknya, percakapan hangat lima belas menit dengan keluarga bisa memberi makna mendalam.
Tatap muka menciptakan kedekatan yang nyata, bukan ilusi koneksi.
Inti Pesannya
KDM Edukasi Adab Makan bukan soal anti teknologi. Ponsel bukan musuh. Namun penggunaannya harus tahu waktu dan tempat.
Ketika makan bersama orang tua, yang dibutuhkan adalah perhatian, bukan notifikasi.
Kesimpulan
KDM sangat mementingkan etika komunikasi tatap muka karena di sanalah empati, penghormatan, dan kedekatan emosional terbentuk. Interaksi dunia maya penting, tetapi tidak boleh mengalahkan nilai adab dan kebersamaan keluarga.
Teknologi mendekatkan yang jauh.
Namun jangan sampai menjauhkan yang dekat.
Dan terkadang, bentuk penghormatan paling sederhana adalah meletakkan ponsel dan menatap mata orang yang sedang berbicara di depan kita.
Baca juga artikel sebelumnya!

