Di Antara Cangkul dan Terik Matahari: Saat KDM Soroti Nasib Buruh Tani yang Upahnya Tak Seimbang dengan Keringatnya

Seharian membungkuk di sawah, kaki terendam lumpur, punggung dibakar matahari. Tapi ketika senja datang dan upah diterima, nilainya hanya cukup untuk membeli beras satu liter. Kalimat itu bukan sekadar kritik — itu potret keras realitas yang diangkat oleh Dedi Mulyadi saat berbicara tentang nasib buruh tani. Buruh tani adalah tulang punggung produksi pangan. Mereka memastikan … Continue reading Di Antara Cangkul dan Terik Matahari: Saat KDM Soroti Nasib Buruh Tani yang Upahnya Tak Seimbang dengan Keringatnya