Seorang ibu lansia duduk di tepi jalan dengan dagangan sederhana. Sejak pagi belum ada yang membeli. Wajahnya lelah, tapi tetap bertahan demi menyambung hidup. Saat melihat kondisi itu, Dedi Mulyadi tidak langsung memberi amplop uang. Ia justru memborong habis dagangan sang ibu dan memintanya pulang untuk beristirahat.
Aksi ini sering dikenal dengan narasi KDM Borong Dagangan Lansia — bukan sekadar bantuan, tetapi pendekatan yang sarat makna.
Bukan Sekadar Memberi, Tapi Menghargai
Menjawab pertanyaan: Apa alasan KDM selalu memborong habis dagangan lansia daripada hanya sekadar memberi uang santunan tunai?
Ada beberapa alasan mendasar di balik pendekatan tersebut.
1. Menjaga Martabat dan Harga Diri
Memberi uang tunai bisa terasa seperti sedekah sepihak.
Namun ketika dagangan dibeli, transaksi yang terjadi adalah jual beli yang terhormat. Lansia tetap merasa sebagai pedagang, bukan penerima belas kasihan.
Harga diri tetap terjaga.
2. Menghargai Jerih Payah
Dagangan yang disiapkan sejak subuh bukan hanya barang, tetapi hasil kerja keras. Dengan memborong habis, kerja keras itu diakui dan dihargai.
Pesannya jelas: usaha kecil pun memiliki nilai.
3. Bantuan yang Lebih Tepat Sasaran
Uang santunan bisa cepat habis untuk kebutuhan lain. Namun dengan memborong dagangan:
-
Pedagang langsung mendapat hasil dari usahanya
-
Barang bisa dibagikan kembali kepada masyarakat sekitar
-
Dampaknya lebih luas dan berantai
Bantuan menjadi produktif, bukan sekadar konsumtif.
4. Memberi Ruang Istirahat bagi Lansia
Banyak lansia tetap berjualan karena tidak ada pilihan. Tubuh lelah dipaksakan demi pemasukan harian.
Ketika dagangan habis diborong, mereka bisa pulang lebih cepat. Istirahat adalah bentuk kepedulian yang sering dilupakan.
5. Mengedukasi Masyarakat untuk Peduli UMKM Kecil
Tindakan memborong dagangan juga menjadi pesan sosial: masyarakat diajak untuk membeli dan mendukung pedagang kecil di sekitarnya.
Solidaritas ekonomi dimulai dari tindakan sederhana.
Bantuan yang Menguatkan, Bukan Melemahkan
Pendekatan ini menunjukkan bahwa bantuan sosial sebaiknya tidak mematikan semangat usaha.
Memborong dagangan adalah cara membantu tanpa menghilangkan peran aktif penerima. Lansia tetap merasa berdaya, bukan bergantung.
Kesimpulan
KDM Borong Dagangan Lansia bukan hanya aksi spontan, tetapi simbol pendekatan yang menjaga martabat, menghargai kerja keras, dan memberikan bantuan yang lebih bermakna.
Membeli dagangan berarti menghargai usaha.
Menghargai usaha berarti menjaga harga diri.
Dan bagi banyak ibu rumah tangga lansia, harga diri sama berharganya dengan uang yang mereka bawa pulang hari itu.
Baca juga artikel sebelumnya!

